pasang

Today's Headline

pasang
Bus Pembawa Rombongan Siswa SMAN 1 Tamalatea Terjun ke Kanal

Diposting oleh On 08.30 with No comments

 Bus yang membawa rombongan siswa SMAN 1 Tamalatea Jenpeonto mengalami kecelakaan di Jalan Poros Takalar-Jeneponto Kelurahan Malewang, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Takalar, Minggu (12/2/2018).

Sejumlah siswa SMAN 1 Tamalatea Jeneponto mengaku tidak tahu pasti kronologis tergulingnya bus yang mereka tumpangi ketika dalam perjalanan pulang ke Jeneponto dari Toraja.

Bus terbalik dan masuk ke dalam kanal yang cukup dalam setelah menabrak sebuah warung tepatnya di Jl Poros Takalar-Jeneponto, Minggu (12/2/2017).
Salah satunya Santi. Dia mengaku masih dalam keadaan tidur ketika bus oleng hingga terguling ke kanal.

"Tidak ku tahu kenapa bisa ini jatuh karena kami semua tidur di atas bus. Pas bangun ternyata sudah tidak stabil ini mobil jadi kita semua kaget," ujar Santi.
Akibatnya, sejumlah siswa dan guru serta supir mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSUD Padjonga Dg Ngalle Takalar.

Dari kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa.
Bus antarkota tersebut memuat sebanyak 30 orang siswa, 4 orang guru, 2 orang supir dan 1 orang anak-anak, yang mengalami kecelakaan tunggal karena diduga kondisi ban yang meletus dalam perjalanan ke Jeneponto.

Bus antar kabupaten bernomor plat  DD 7688 BJ yang mengantar rombongan anak sekolah asal SMAN 1 Tamalatea mengalami kecelakaan di Jalan Poros Takalar- Jeneponto Kelurahan Malewang Kecamatan Polongbangkeng Utara, Takalar. Minggu (12/2/2017)  pagi.

Kecelakaan tersebut diduga karena salah satu ban mobil meletus dan hampir terlepas  membuat supir kehilangan kendali.
Sebelum terjun ke kanal, bus tersebut oleng ke kiri dan menabrak warung yang berada di bahu jalan.

"Ini diduga bannya meletus sampai supir tidak bisa kendalikan," ujar anggota Satlantas Polres Takalar, Ipda Chamisen.
Kecelakaan tersebut menyebabkan sejumlah siswa, guru, dan sopir luka-luka dan dilarikan ke RSUD Padjonga Dg Ngalle, Takalar.

Sementara itu warung yang ditabrak bus tersebut hancur.
Rombongan tersebut baru pulang dari Kabupaten Toraja melakukan study tour.
Bus yang membawa rombongan siswa SMAN 1 Tamalatea Jenpeonto mengalami kecelakaan di Jalan Poros Takalar-Jeneponto Kelurahan Malewang, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Takalar. Minggu (12/2/2017) sekitar pukul 08.00 wita.

Bus tersebut membawa 30 orang siswa, 4 orang guru, 2 orang supir, dan 1 anak-anak.
Bus tersebut membawa rombongan siswa dalam perjalanan pulang study tour di Toraja dan akan kembali ke Jeneponto.

Bus terguling dan terjun ke kanal yang berada di pinggir jalan poros.
Hingga saat ini, supir dan beberapa penumpang mengalami luka serius dilarikan ke RSUD Padjonga Dg Ngalle.

Ada Sosok Kakek Nenek di Ruang Sidang, Inilah Cerita Seram Saksi Ahok

Diposting oleh On 08.35 with No comments


HakSuara - Syamsu Hilal Chaniago, salah satu pelapor kasus dugaan penodaan agama yang kini menjerat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merasakan nuansa mistis ketika menjalani sidang sebagai saksi di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

"Ada yang aneh dalam persidangan, ada indikasi tim kuasa hukum Ahok menggunakan magic. Kita perhatikan ada satu orang yang selalu duduk di belakang saksi, selalu itu. Dan ada dua orang lagi kakek-kakek dan nenek-nenek," ujar Syamsu ketika menghadiri acara diskusi bertajuk Akankah Ahok dipenjara di gedung Pusat Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017). 

Syamsu merupakan Ketua Forum Anti Penistaan Agama. Syamsu melaporkan Ahok ke Polda Metro Jaya pada Jumat (7/10/2016).

Syamsu juga mengungkapkan kejanggalan lain yang dirasakannya saat berada di ruang persidangan. Menurut pengamatannya jaksa penuntut umum selalu mengantuk. 

"Yang kemarin di sidang Ahok jaksa pada ngantuk, "kata dia.

Itu sebabnya, Syamsu sampai mendatangkan seorang ahli ruqyah bernama ustadz Sahal untuk menangkal keanehan itu.

"Nah indikasinya kelihatan kemarin ada perubahan, ustadz Sahal mengatakan ada tiga orang, itu indikasinya," kata Syamsu. 

Syamsu mendatangkan ahli ruqyah agar jangan sampai hal-hal mistis mempengaruhi sikap jaksa dan hakim.

"Kita bukan takut, tapi ini mengganggu jaksa, mengganggu hakim. Pengakuan sendiri dari ustadz Sahal, dia pernah di PPATK saat pemeriksaan Gubernur Banten, itu hakim bisa tidur," katanya.

Sidang perkara Ahok sekarang sudah memasuki sidang yang kedelapan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dari jaksa penuntut umum.